Novel
ini menceritakan tentang seorang mahasiswa S1 yang dimana ia seorang muslimah
yang taat pada agama islam, badannya tertutupi jubah dan jilbab. Namanya adalah
nidah kirani.
Kirani
merupakan seorang muslimah yang rajin beribadah kepada allah SWT, ia rajin
sholat dan berdoa kepada allah bahkan ia mempunyai semangat juang dalam
menegakan agama islam.
Hingga
pada saat itu ia pun bergabung pada suatu organisasi islam beraliran keras yang
mempunyai tujuan menegakan syariat islam dan mendirikan Negara islam Indonesia.
Kirani
sangat bersemangat menjadi anggota organisasi tersebut sampai-sampai ia
mendonasikan dana serta mengajak seluruh anggota keluarganya untuk bergabung
dengannya.
Dengan
semangat yang bergejolak ia pun sering memberikan masukan dan saran-saran yang
penting demi majunya organisasi yang diangapnya akan menjadi organisasi yang
kelak akan benar-benar mewujudkan cita-citanya yaitu menegakan agama islam.
Hingga
3 tahun lamanya kirani mulai merasa frustasi karena semua usahanya dari mulai
memberikan dana yang banyak, mengajak teman dan keluargannya untuk bergabung
bahkan sampai dibenci oleh warga sekampung, serta saran-sarannya dari mulai
memberikan saran strategi untuk berdakwah dan lain-lain tidak digubris oleh
jamaah lainnya bahkan ia masih saja menjadi seorang anggota bukan pengurus atau
yang membuatnya merasa dihargai, ia pun masih merasa belum jelas akan organisasi
tersebut mau dibawa kemana karena begitu-begitu saja tidak ada perkembangan.
Hingga
pada akhirnya ia bersama ketiga temannya memutuskan untuk melarikan diri dari
organisasi islam tersebut. Ia merasa terguncang dan sangat kecewa hingga pada
akhirnya ia berontak karena ia merasa selama ini telah berjuang untuk agama
islam menegakan agama allah tapi malah kekecewaan yang ia dapatkan, ia merasa
allah tidak menginterversi dirinya yang selama ini telah berjuang menegakan
agamanya dan pada akhirnya ia bukannya bertobat atau memohon ampun kepada allah
tetapi ia malah melampiaskan kekecewaannya melalui jalur free sex.
Semua
yang tergoda oleh kirani untuk melakukan free sex merupakan para aktivis islam
yang menurutnya semua orang-orang tersebut adalah orang yang munafik, dan pada
akhirnya ia pun mmenjual dirinya pada pria, menurutnya menjadi seorang pelacur
lebih mnguntungkan daripada sekedar melakukan free sex dengan teman-teman
sekampusnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar